DETAIL BERITA
Empat Hal Beda dalam PAS Tahun ini di SMAN 5 Mataram
Mataram- Musim ujian telah tiba, begitulah kalau sudah memasuki bulan desember. Semua satuan tingkatan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat bahkan di Republik Indonesia menyelenggarakan Penilaian Akhir Semester (PAS) semester ganjil. Dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) sedang melaksanakan ujian mulai senin – sabtu (3/12-8/12). SMA Negeri 5 Mataram juga laksanakan ujian sesuai jadwal kalender akademik bahkan lanjut ke hari senin berikutnya (10/3). Namun, ada empat (4) hal beda dalam PAS semester ganjil tahun 2018 ini di SMAN 5 Mataram.
Pertama, PAS di SMAN 5 Mataram dengan berbasis CBT dan Android. Tahun ini sesuai dengan Surat Keputusan Kepala SMAN 5 Mataram, PAS dilaksanakan secara On Line menggunakan perangkat komputer, Laptop, dan Smartphone yang disediakan oleh sekolah atau siswa sendiri. “Hal ini dihajatkan agar PAS di SMAN 5 Mataram lebih efektif dan efisien serta lebih berkualitas tentunya” ungkap H. Arofiq selaku Kepala Sekolah, pada sesi pembekalan proktor dan pengawas. Sistem ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menerapkan UNBK dan menetapkan SMAN 5 Mataram sebagai sekolah rujukan dan model IT.
Kedua, PAS di SMAN 5 Mataram bebas kertas. Dengan sistem ini, praktis tidak ada penggunan kertas untuk pembuatan soal dan lembaran jawaban yang kadang menjadi tumpukan sampah setelah ujian berlangsung. Ini tentunya dapat menjadi solusi untuk kampanye pengurangan penggunaan kertas yang berdampak negative bagi lingkungan kita. Dimana, bahan baku kertas adalah pohon-pohon hijau yang ditebang padahal merupakan sumber oksigen bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Ada 21 mata pelajaran yang diujikan dan diikuti oleh 1.049 peserta ujian.
Ketiga, PAS di SMAN 5 Mataram bebas keterlambatan hasil. Setelah ujian, siswa tentu ingin mengetahui berapa perolehan nilai mereka sendiri. Namun, sudah menjadi kebiasaan kalau ujian manual dengan kertas terjadi keterlambatan karena waktu koreksi yang pendek dan jumlah lembaran yang dikoreksi banyak. Guru juga dituntut untuk menegisi E-Raport yang prosesnya panjang. Namun, dengan PAS berbasis CBT dan Android, siswa langsung tahu hasil perolehan nilai mereka masing-masing setelah mereka selesai mengerjakan soal saat itu juga. Nilai mereka kemudian disimpan di server sekolah dan dibagikan ke guru mata pelajaran untuk nilai e-raport.
Keempat, PAS di SMAN 5 Mataram lebih transparan dan jujur. “Praktis ujian dengan sistem seperti ini minimalisir tingkat kecurangan siswa karena mereka memperoleh paket yang berbeda saat mereka log in” kata Musanni Ketua Panitia PAS 2018. Hal senada diutarakan H. Arofiq yang menargetkan 1 tahun kedepan ujian siswa tanpa pengawasan karena siswa sudah tidak ada peluang curang dan tertanam nilai-nilai kejujuran.