DETAIL BERITA

Smala Gelar Spiritual Camp "Meningkatkan Iman Takwa dan Berahlak Mulia".

Smala Gelar Spiritual Camp "Meningkatkan Iman Takwa dan Berahlak Mulia".


Sabtu, 10/09. SMAN 5  Mataram menggelar Spiritual Camp yang dihadiri Kadis Dkbud Provinsi NTB beserta jajarannya Kepala Sekolah,ibu bapak Guru, Staf TU  dan Ibu-ibu DWP serta Peserta Spiritual Camp dari Kelas X sebanyak 420 Peserta, Spiritual Camp ini terlaksana dengan lancar, program ini adalah Program Unggulan Dikbud NTB.

Sprititual Camp dimeriahkan oleh Tim Qosidah DWP UP SMA Negeri 5 Mataram, Zikir Zaman, dan dengan tema, “Membentuk Karakter Siswa yang Religius Berbudaya dan Berdaya Saing”. Yang dilaksanakan di sekolah.

Pada Sambutannya Kadis Dikbud Provinsi NTB, Aidi Furqon menyampaikan “dengan adanya Spiritual Camp ini saya sangat berharap siswa dapat meningkatkan iman dan takwa, berahlak mulia, sehat jasmani rohani dan cerdas, ini semua hanya bisa disentuh mealalui Kegitan keagaamaan, melalui mata pelajaran agama dan mata pelajaran pendukung seperti PKN, Budi pekerti dan itu sangat terbatas, nah ada ruang gerak kita namanya Spiritual Camp, tujuannya agar anak mencintai sekolah, bangga dengan program sekolah, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan, kekompakan, agar bersatu maka kita kemahkan siswa-siswa, kemudian tujuannya juga sebagai implementasi kurikulum merdeka belajar, sehingga kita harus kreatif agar NTB punya jalan atau cara sendiri, dan inilah caranya NTB, kalo ditempat lain belum ada ini, mereka hanya masih menggunakan istilah pesantren kilat, zikir bersama, dan itu terbatas, kalo kita, kita gabungin, agar semua agama bisa melakukan hal yang sama pada spiritual camp dan dilakuakn disekolah, pagi sampai malam, malam sampai pagi, tuturnya

Aidi berharap siswa dapat meningkatkan iman dan takwa, berahlak mulia melalui Spiritual Camp ini dan terus dilakukan oleh sekolah secara bergilir diikuti peserta didik karena ahlak itu hanya bisa diukur melalui pengamatan, melihat langsung, observasi, menyaksikan pembiasaan-pembiasaan. saya berharap juga siswa dan orang tua bahwa Spiritual Camp ini menjadi kebutuhan ke depan, dan ini akan disambut baik oleh semua agama pasti disambut dengan penuh kebahagiaan dan karena ini merupakan bagian dari pendidikan karakter, berahlak yang mulia.

Hadir sebagai Penceramah Habib Hasan Alydrus. Beliau menguraikan bebrapa dari Firman, Alhadist dan tulisan ilmiah, terkait tentang pentingnya menuntut ilmu dan kesempurnaan hidup dengan berahlak yang mulia, “ rasulullah diutus dimuka bumi ini untuk memerangi sifat Jahiliah (kebodohon), sehingga orang mukmin itu wajib bagi mereka untuk menuntut ilmu, semenjak mereka lahir sampai akhir hayatnya, serta sejalan denga Ayat alqur’an yang pertama kali turun yaitu tentang perintah membaca (belajar) dalam surat Al alaq. Tuturnya

Habib menambahkan “ dalam hadisnya rasulullah menyampaikan, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan ahlak yang baik, ini artinya sesuatu yang paling penting dalam diri kita adalah berahlak yang mulia, dengan ahlaqul karimah ahlaq terpuji,  ahlaq lebih tinggi dari segala-galanya, dari kekuasaan, kekayaan, keturunan bahkan dengan ilmu pengetahuan sekalipun, banyak orang berkuasa, kaya, berpengetahuan tinggi namun dengan kekuasaan, kekayaan dan pengetahuannya merugikan banyak orang,  contoh Firaun yang sangat berkuasa, Qarun yang kaya raya, sehingga penting untuk penuntut ilmu mempelajari etika-etika menuntut ilmu, tambahnya.

Adapun yang tak kelah pentingnya Pada spiritual camp ini adalah terlibatnya ibu-ibu dwp untuk mensupply konsumsi peserta, ibu-ibu DWP membawa bahan-bahan dan alatnya dari rumah masing-masing dan masak bersama untuk mensupply konsumsi para peserta SC. Ungkap Nurhani

Kepala SMAN 5 Mataram Siti Nurhani Menyampaiakan terimakasih atas dukungan bapak ibu GTK, Dharma Wanita dan Siswa. Semangat Kebersamaan yang luar biasa....Berat sama dipikul, ringan sama di jinjing “saling berbagi sungguh atmosfir yang jarang kita temui” tidak mudah utk menciptakan kondisi tersebut, bapak ibu telah memberikan yang terbaik buat Smala..Semoga apa yg  bapak/ibu berikan dengan tanpa  pamrih tercatat sebagai catatan kebaikan disisinya. Ungkap Nurhani. (HR16)